Balong Aja

Studi kasus · Balong Aja, Garut

Bagaimana sebuah danau di Garutmenangkap potensi market wisatalewat bercerita.

Balong Aja adalah kafe dan tempat wisata alam di tepi danau di Cilopang, Garut, dengan Gunung Guntur sebagai latarnya. MOTE Kreatif memegang marketing Balong Aja dari awal 2025 sampai awal 2026.

Strategi campaignProduksi kontenKOLMeta AdsLeads WhatsApp
Pagi di Balong44 detik · November 2025

Ringkasan

Pada awal 2025, sebagian besar pengunjung Balong Aja datang untuk makan siang. Jam pagi justru menjadi jam paling sepi, padahal pagi adalah waktu terbaik untuk menikmati danau. MOTE Kreatif menyusun tawaran khusus untuk pagi hari, lalu menyampaikannya lewat campaign #JedaDiBalongAja. Dalam satu kuartal, transaksi sarapan naik 2,3 kali lipat dan omzet melampaui target sebesar 34,5%.

2,3xtransaksi di jam sarapan, dari 188 menjadi 433
+34,5%omzet kuartal kedua di atas target
+78,8%omzet kuartal kedua 2025 dibandingkan kuartal kedua 2024
+97,8%pertumbuhan follower Instagram

Angka di halaman ini membandingkan kuartal kedua 2025 (April–Juni) dengan kuartal pertama 2025, kecuali jika disebutkan lain. Sumber: data kasir dan laporan marketing Balong Aja.

Latar belakang

Ramai di siang hari, sepi di pagi hari.

Balong Aja dikelola oleh PT ANP Wisata Rasa. Selain kafe, kawasan ini memiliki area piknik di tepi danau, perahu, ATV, glamping, studio foto Popotoan, dan restoran barbeque Barbedek.

Pada kuartal pertama 2025, Balong Aja mencatat 1.085 transaksi. Sebanyak 63,5% di antaranya terjadi pada jam makan siang. Jam sarapan, pukul 07.00 sampai 11.00, hanya menyumbang 17,4% atau 188 transaksi.

Padahal suasana terbaik Balong Aja muncul di pagi hari, ketika kabut masih turun di atas danau dan Gunung Guntur terlihat jelas. Dapur dan karyawan juga sudah bekerja sejak pagi. Karena itu, setiap pagi yang sepi berarti ada kapasitas yang tidak terpakai.

Tantangan

Memberi orang alasanuntuk datang pagi.

01

Citra yang sudah terbentuk

Orang sudah mengenal Balong Aja sebagai tempat makan siang dan berkumpul di sore hari. Belum ada hal yang membuat mereka berpikir untuk datang di pagi hari.

02

Usaha yang lebih besar

Datang pagi menuntut pengunjung bangun dan berangkat lebih awal. Karena itu, alasan untuk datang harus cukup kuat supaya usaha itu terasa sepadan.

03

Jam lain tidak boleh turun

Makan siang dan malam adalah sumber pemasukan utama Balong Aja. Kenaikan di pagi hari tidak boleh mengurangi kunjungan di kedua jam tersebut.

Pendekatan

Tawarannya disusun dulu,campaign-nya menyusul.

Yoga pagi di tepi danau Balong Aja
01

Menyusun tawaran pagi

Langkah pertama kami adalah menyusun tawarannya. Bersama tim Balong Aja, kami menyiapkan menu sarapan dan kegiatan pagi yang sesuai dengan karakter tempatnya, seperti lari mengelilingi danau, yoga bersama, bersepeda, naik perahu, dan ATV.

Kami mendahulukan tawaran karena konten pagi yang menarik tidak akan membuat orang kembali jika di lokasi tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Dua orang lari pagi di jalan setapak Balong Aja
02

Membangun satu cerita: #JedaDiBalongAja

Balong Aja punya dua kelompok pengunjung utama. Kelompok pertama adalah morning person, yaitu orang yang terbiasa memulai hari dengan olahraga. Kelompok kedua adalah orang yang mencari tempat berkumpul bersama teman atau keluarga.

Kedua kelompok ini sama-sama lelah oleh rutinitas kerja. Karena itu, kami menempatkan Balong Aja sebagai tempat untuk mengambil jeda. Campaign ini memakai satu kalimat dasar yang bisa diisi oleh setiap pengunjung:

  • Buatku, definisi jeda adalah olahraga jogging setiap pagi. Sesi pagi
  • Buatku, definisi jeda adalah sepedahan bersama kawan-kawan. Sesi pagi
  • Buatku, definisi jeda adalah makan siang bersama rekan kerja di jam istirahat. Sesi siang
  • Buatku, definisi jeda adalah hangout bareng teman setelah pulang kerja. Sesi malam
Pengunjung di area kafe Balong Aja
03

Mengatur porsi konten dan distribusinya

Kami menetapkan porsi konten sejak awal: 50% untuk sesi pagi, 30% untuk sesi malam, dan 20% untuk konten lainnya. Dengan porsi ini, jam pagi mendapat perhatian lebih besar daripada jam yang sudah ramai.

Konten tersebut kemudian disebarkan melalui KOL, komunitas olahraga lokal, dan iklan Meta.

Sesi pagi 50%Sesi malam 30%Lainnya 20%

Produksi konten

Dua video untukdua kelompok pengunjung.

Campaign #JedaDiBalongAja berlanjut setelah kuartal kedua. Pada November 2025, tim kami memproduksi dua video berikut di lokasi. Tekan tombol pada video untuk mendengarkan narasinya.

Pagi di Balong44 detik · untuk morning person

Video ini mengikuti satu pagi di Balong Aja, mulai dari lari, yoga, dan sarapan, sampai minum kopi dengan pemandangan Gunung Guntur.

“Pagi di Balong itu bukan soal ngisi waktu, tapi soal ngisi diri.”
Rame-Rame di Balong59 detik · untuk rombongan

Video ini mengikuti satu hari penuh, mulai dari sarapan dan naik perahu, sampai barbeque dan musik di malam hari.

“Grup kecil atau komunitas besar, kita siapin tempat dan aktivitasnya.”
Pengunjung duduk sendiri di dek tepi danau Sarapan hangat Minum kopi di dek dengan pemandangan gunung Naik ATV Area glamping di tepi danau Piknik bersama di dek kayu Piknik keluarga Musik akustik di malam hari

Yang berhasil

Jam pagimulai terisi.

Jumlah transaksi berdasarkan jam makan, kuartal pertama dibandingkan kuartal kedua 2025.

Q1 2025Q2 2025
Sarapan07.00–11.00
188 · 17.4%433 · 20.5%
Makan siang11.00–17.00
689 · 63.5%1.380 · 65.4%
Makan malam17.00–tutup
207 · 19.1%298 · 14.1%
Total transaksi 1.085 → 2.112
2,3xTransaksi sarapan naik dari 188 menjadi 433.
2xTransaksi makan siang ikut naik, dari 689 menjadi 1.380. Kenaikan di pagi hari tidak mengurangi jam lain.
+34,5%Omzet kuartal kedua melampaui target, dan naik 78,8% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2024.
+119%Klik iklan Meta naik, sementara biaya iklan hanya naik 15,6%. Biaya per leads turun 18%.
+294%Jangkauan konten KOL naik setelah jumlah konten KOL ditambah dari 16 menjadi 28.
+97,8%Follower Instagram bertambah. Kunjungan ke profil naik 17,6% dan klik tautan di bio naik 20%.

Sebagian kenaikan di bulan April dipengaruhi oleh Lebaran. Meski begitu, omzet Mei dan Juni tetap lebih tinggi daripada April, sehingga kenaikan ini tidak hanya berasal dari momen musiman.

Catatan evaluasi

Tiga hal yangbelum selesai.

Kami mencatat tiga masalah yang muncul selama campaign berjalan. Ketiga masalah ini kami sertakan karena pelajarannya sama berharganya dengan hasil di atas.

01

Leads naik, reservasi turun

Jumlah chat WhatsApp yang masuk naik 16%, tetapi reservasi yang terjadi turun dari 58 menjadi 25. Calon pengunjung sudah tertarik, lalu berhenti di tahap balasan chat dan penawaran paket.

02

Pengalaman di lokasi belum mengikuti harapan

Sebagian besar keluhan pengunjung menyangkut pesanan yang lama datang, antrean saat long weekend, dan area parkir. Semakin menarik kontennya, semakin tinggi pula harapan pengunjung yang datang.

03

Posting lebih sering tidak menjamin jangkauan

Pada Januari 2026, jumlah posting Instagram bertambah, tetapi jangkauan turun 17% dan interaksi turun 25%. Di kuartal kedua 2025, biaya KOL per tayangan juga naik hampir enam kali lipat setelah jumlah KOL ditambah.

Bahan diskusi

Pertanyaan untukdibahas bersama tim.

Jawab keempat pertanyaan ini dengan data bisnismu sendiri.

  1. Di jam berapa bisnismu paling ramai, dan di jam berapa paling sepi? Alasan apa yang bisa membuat orang datang di jam yang sepi itu?
  2. Jumlah calon pembeli yang bertanya naik, tetapi jumlah yang membeli turun. Bagian mana yang kamu perbaiki lebih dulu: kontennya, atau cara timmu membalas pesan?
  3. Seberapa besar kenaikan omzet Balong Aja di kuartal kedua yang berasal dari Lebaran? Data apa yang kamu butuhkan untuk memisahkan keduanya?
  4. Balong Aja memakai kalimat dasar “Buatku, definisi jeda adalah…”. Kalimat dasar seperti apa yang cocok untuk bisnismu?

Merasa layanan kamiyang kamu butuhin?

Jangan ngobrolin angka dulu. Ceritain masalah bisnismu, dari situ kita cari jalannya bareng.