Studi kasus · Balong Aja, Garut
Balong Aja adalah kafe dan tempat wisata alam di tepi danau di Cilopang, Garut, dengan Gunung Guntur sebagai latarnya. MOTE Kreatif memegang marketing Balong Aja dari awal 2025 sampai awal 2026.
Ringkasan
Pada awal 2025, sebagian besar pengunjung Balong Aja datang untuk makan siang. Jam pagi justru menjadi jam paling sepi, padahal pagi adalah waktu terbaik untuk menikmati danau. MOTE Kreatif menyusun tawaran khusus untuk pagi hari, lalu menyampaikannya lewat campaign #JedaDiBalongAja. Dalam satu kuartal, transaksi sarapan naik 2,3 kali lipat dan omzet melampaui target sebesar 34,5%.
Angka di halaman ini membandingkan kuartal kedua 2025 (April–Juni) dengan kuartal pertama 2025, kecuali jika disebutkan lain. Sumber: data kasir dan laporan marketing Balong Aja.
Latar belakang
Balong Aja dikelola oleh PT ANP Wisata Rasa. Selain kafe, kawasan ini memiliki area piknik di tepi danau, perahu, ATV, glamping, studio foto Popotoan, dan restoran barbeque Barbedek.
Pada kuartal pertama 2025, Balong Aja mencatat 1.085 transaksi. Sebanyak 63,5% di antaranya terjadi pada jam makan siang. Jam sarapan, pukul 07.00 sampai 11.00, hanya menyumbang 17,4% atau 188 transaksi.
Padahal suasana terbaik Balong Aja muncul di pagi hari, ketika kabut masih turun di atas danau dan Gunung Guntur terlihat jelas. Dapur dan karyawan juga sudah bekerja sejak pagi. Karena itu, setiap pagi yang sepi berarti ada kapasitas yang tidak terpakai.
Tantangan
Orang sudah mengenal Balong Aja sebagai tempat makan siang dan berkumpul di sore hari. Belum ada hal yang membuat mereka berpikir untuk datang di pagi hari.
Datang pagi menuntut pengunjung bangun dan berangkat lebih awal. Karena itu, alasan untuk datang harus cukup kuat supaya usaha itu terasa sepadan.
Makan siang dan malam adalah sumber pemasukan utama Balong Aja. Kenaikan di pagi hari tidak boleh mengurangi kunjungan di kedua jam tersebut.
Pendekatan
Langkah pertama kami adalah menyusun tawarannya. Bersama tim Balong Aja, kami menyiapkan menu sarapan dan kegiatan pagi yang sesuai dengan karakter tempatnya, seperti lari mengelilingi danau, yoga bersama, bersepeda, naik perahu, dan ATV.
Kami mendahulukan tawaran karena konten pagi yang menarik tidak akan membuat orang kembali jika di lokasi tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Balong Aja punya dua kelompok pengunjung utama. Kelompok pertama adalah morning person, yaitu orang yang terbiasa memulai hari dengan olahraga. Kelompok kedua adalah orang yang mencari tempat berkumpul bersama teman atau keluarga.
Kedua kelompok ini sama-sama lelah oleh rutinitas kerja. Karena itu, kami menempatkan Balong Aja sebagai tempat untuk mengambil jeda. Campaign ini memakai satu kalimat dasar yang bisa diisi oleh setiap pengunjung:
Kami menetapkan porsi konten sejak awal: 50% untuk sesi pagi, 30% untuk sesi malam, dan 20% untuk konten lainnya. Dengan porsi ini, jam pagi mendapat perhatian lebih besar daripada jam yang sudah ramai.
Konten tersebut kemudian disebarkan melalui KOL, komunitas olahraga lokal, dan iklan Meta.
Produksi konten
Campaign #JedaDiBalongAja berlanjut setelah kuartal kedua. Pada November 2025, tim kami memproduksi dua video berikut di lokasi. Tekan tombol pada video untuk mendengarkan narasinya.
Video ini mengikuti satu pagi di Balong Aja, mulai dari lari, yoga, dan sarapan, sampai minum kopi dengan pemandangan Gunung Guntur.
“Pagi di Balong itu bukan soal ngisi waktu, tapi soal ngisi diri.”
Video ini mengikuti satu hari penuh, mulai dari sarapan dan naik perahu, sampai barbeque dan musik di malam hari.
“Grup kecil atau komunitas besar, kita siapin tempat dan aktivitasnya.”
Yang berhasil
Jumlah transaksi berdasarkan jam makan, kuartal pertama dibandingkan kuartal kedua 2025.
Sebagian kenaikan di bulan April dipengaruhi oleh Lebaran. Meski begitu, omzet Mei dan Juni tetap lebih tinggi daripada April, sehingga kenaikan ini tidak hanya berasal dari momen musiman.
Catatan evaluasi
Kami mencatat tiga masalah yang muncul selama campaign berjalan. Ketiga masalah ini kami sertakan karena pelajarannya sama berharganya dengan hasil di atas.
Jumlah chat WhatsApp yang masuk naik 16%, tetapi reservasi yang terjadi turun dari 58 menjadi 25. Calon pengunjung sudah tertarik, lalu berhenti di tahap balasan chat dan penawaran paket.
Sebagian besar keluhan pengunjung menyangkut pesanan yang lama datang, antrean saat long weekend, dan area parkir. Semakin menarik kontennya, semakin tinggi pula harapan pengunjung yang datang.
Pada Januari 2026, jumlah posting Instagram bertambah, tetapi jangkauan turun 17% dan interaksi turun 25%. Di kuartal kedua 2025, biaya KOL per tayangan juga naik hampir enam kali lipat setelah jumlah KOL ditambah.
Bahan diskusi
Jawab keempat pertanyaan ini dengan data bisnismu sendiri.
Jangan ngobrolin angka dulu. Ceritain masalah bisnismu, dari situ kita cari jalannya bareng.